Gerakan Santri Menulis : Ikhtiar dan Istiqomah Dalam Menolong Sesama untuk Menerima Ajaran Rasulullah
Gerakan Santri Menulis. Pondok Pesantren (Ponpes) Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dan Ma'had Aly Walindo Siti Zaenab Manbaul Falah Kiai Parak Bambu Runcing (KPBR) IV didirikan pada 2000 oleh KH M Ali Fardani dan istrinya Nyai Hj Siti Mahmudah, di Desa Boyoteluk, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.
Pendirian Pondok Pesantren Walindo Pekalongan tidak terlepas dari bimbingan serta arahan dari guru-guru para pendiri.
Di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Kyai Parak Bambu Runcing (Parakan, Temanggung, Jawa Tengah) KH Muhaiminan Gunardho.
KH Syafi’i Muhammad (Pakis, Malang, Jawa Timur), do’a dan restu Maulana Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya (Pekalongan).
Habib Baqier Bin Ahmad Bin Ali Al Athas (Pekalongan), serta para Habaib dan Ulama’ Pekalongan lainnya.
Pimpinan Ponpes PDF Walindo, Hj Siti Mahmudah, menyampaikan, Ponpes PDF Walindo didirikan sesuai dengan arahan dari para guru pengasuh yaitu untuk menolong warga masyarakat yang tidak berkemampuan (fuqoro wal masakin).
Apalagi saat itu sedang terjadi krisis moneter, sehingga diharapkan para orang tua tetap bisa mendidik putra atau putrinya dengan baik walaupun dalam keterbatasan finansial, dengan memasukkannya di Ponpes PDF Walindo.
Oleh karena itu, Ponpes PDF Walindo tidak membebankan biaya syahriah atau bulanan kepada para santri hingga saat ini dan semoga seterusnya.
''Latar belakang ini yang membuat Ponpes PDF Walindo mengusung semboyan ''Ikhtiar untuk Istiqomah dalam Kebersamaan Menolong Sesama Anak Bangsa di dalam Haknya Menerima Ajaran Rosulullah SAW'',''
''Ini juga sesuai visi misi Ponpes yaitu berikhtiar menjadikannya sebagai lembaga pendidikan yang bisa mencetak generasi Tafaqquh Fiddin yang membawa manfaat dan maslahat terhadap umat, aswaja, annahdliyah, dan NKRI,'' tegas dia.
Adapun pada saat awal pendirian Ponpes PDF Walindo, KH M Ali Fardani selaku pengasuh menerima wakaf tanah seluas 800 meter persegi dari H Tohirin dan Raadi putra dari Kyai Abdul Bari sesepuh Desa Boyoteluk.
Wakaf tanah tersebut diberikan saat KH M Ali Fardani masih berada di Jakarta melaksanakan tanggung jawab dari KH Muhaiminan Gunardho untuk mengurus Majlis Ta’lim Alawil Huda yang berlokasi di Jl Kawi Kawibawah, Senen, Jakarta Pusat.
Jamaah majlis tersebut merupakan jamaah Thoriqoh Assadzaliyah yang sebagian besar merupakan warga Pekalongan.
''Alhamdulillah atas rahmat dan barokah dari Allah serta dukungan dari semua pihak terutama dari pemerintah, melalui Kementerian Agama, menjadikan Ponpes PDF Walindo bisa berkembang dengan baik seperti sekarang ini,'' terang dia.
Awal mulanya, ungkap Hj Siti Mahmudah, jumlah santri hanya sekitar sepuluh orang, seiring berjalannya waktu dan berkembangnya Ponpes PDF Walindo maka jumlah santri saat ini mencapai 1.000 orang, dan setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan.
Perkembangan Ponpes PDF Walindo salah satunya dapat dilihat dari bangunannya, yang semula terbuat dari bambu kini sudah menjadi bangunan permanen dengan luas tanah 27.000 meter persegi.
Keberhasilan Ponpes PDF Walindo ini tidak lepas dari doa dan dukungan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang dulu sempat hadir untuk memberikan doa serta nasehat yang sangat bermanfaat sebanyak dua kali yaitu pada 2004 dan 2008.
''Sebagai wujud penghargaan dan kenangan yang tak terlupakan dari KH Abdurrahman Wahid, nama beliau kemudian diabadikan menjadi nama jalan utama ke Ponpes PDF Walindo dengan nama Jalan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid 01),'' papar dia.
Ponpes PDF Walindo telah berdiri lebih dari 20 tahun dan menjadi salah satu Lembaga Pendidikan Islam berbasis Pondok Pesantren terbesar di Kabupaten Pekalongan.
Selama lebih dari 20 tahun ini, berbagai fasilitas dan usaha untuk menunjang kegiatan santri sekaligus kemandirian pesantren terus dikembangkan.
Di antaranya terdapat tiga jenjang pendidikan, yaitu PDF Wustha, PDF Ulya, dan Ma’had Aly, memiliki Asrama Santri dan Mahasantri.
Masjid Pondok, perpustakaan dan laboratorium komputer, Santrimart Putra dan Putri, usaha air mineral ''SantriQua'', usaha Laundry, Aula Banser, dan gedung kuliah.
















